Senin, 05 Februari 2024

BAB 5 Dasar TJKT dalam Penggunaan Alat Ukur

A. Perkakas dan Alat Ukur TJKT

1. Perkakas Manual
a.) Tool Kits
            Peralatan ini kebanyakan merupakan peralatan tangan dan bentuknya relatif kecil. Tool kit tersebut lebih dikenal dengan sebutan Network Maintainence Kit dengan merek dagang Eclipse Model 500-006. Secara lengkap peralatan yang ada pada tool kit meliputi
  1. IC extractor
  2. folding hex wrench 
  3. 6" adjustable wrench
  4. 6"forceps 
  5. inspection mirror
  6. mini-flashlight
  7. desoldering pump
  8. 5" diagonal cutter
  9. 5" snipe nose pliers
  10. wire stripper (AWG 30-20)
  11. modular plug crimper
  12. rotary coax stripper
  13. coax crimper
  14. assorted screwdrivers 
  15. soldering iron (operates at 120V AC)
  16. zipper bag

b.) Meter Beroda
           Meter beroda adalatv alat ukur jarak yang menggunakan roda. Jika roda berputar, maka secara otomatis jarak yang telah dilalui roda dapat diketahui panjangnya. Keunggulan penggunaan meter beroda adalah kemudahannya dalam mengukur jarak dengan mengikuti lekukan permukaan tanah. Ada dua jenis meter beroda, sebagai berikut.
1. Meter beroda pengukur jarak pendek => dapat dioperasikan secara mudah, bentuk rodanya kecil, dapat disimpan dengan mudah, dapat mengukur jarak hingga 3 km.


2.Meter beroda pengukur jarak jauh => digunakan diluar ruangan, tampilan hasil ukur yaitu angka analog atau angka digital 5 digit, dapat mengukur jarak hingga >3 km karena memiliki roda yang besar. Salah satu contoh meter beroda adalah merek Marksman Dintance Measuring Wheel seri 55154C. Spesifikasi yang ditawarkan sebagai berikut.
  •  Keakuratan pengukuran hingga kurang lebih 1" untuk pengukuran 30m sesuai dengan kondisi lapangan.
  • Pengukuran jarak dapat dilakukan mencapai hingga 3.000 m.
  • Perangkat roda ringan dan akurat
  • Jumlah angka penghitung 5 digit.
  • Pengaturan & pembacaan muda dilakukan.



c.) Kebutuhan Kabel Telepon
               Meter beroda ini sangat ideal digunakan saat menghitung kebutuhan kabel telepon dan tanah yang harus digali untuk penanaman kabel. Cara penggunaan meter beroda (measuring-wheel) diuraikan sebagai berikut.
  1.  Menyiapkan meter beroda
  2. Angka penunjuk diatur pada posisi awal nol
  3. Gagang meter dipegang kemudian roda diletakkan diatas tanah
  4. Panjang gagang disesuaikan dengan kenyamanan
  5. Roda dijalankan sesuai dengan lekukan tanah
  6. Hasil pengukuran dibaca dengan melihat pada angka penunjuknya.

2. Perkakas Elektrik
a.) Solder rangkaian 
          Solder adalah suatu campuran logam atau metal yang mempunyai titik lebur relatif rendah. Hal ini digunakan merekatkan komponen-komponen dengan papan rangkain sehingga membentuk suatu gabungan rangkain yang sesuai dengan gambar skematik. Timah solder tersedia dalam bentuk strand solder (kumparan berbentuk kawat) atau solder paste (timah solder yang dilekatkan ke luar dengan suatu pnyemprot. Ada dua alat penyolderan kategori dasar yaitu the standard soldering iron dan rework station.


b.) Power supply
           Power supply dapat diambilkan dari komponen yang terpisah, seperti adaptor atau baterai, tetap juga dapat diambilkan dari komponen lain seperti pasa socket USB pada komputer PC. Dalam pengujian maupun perawatan sistem telekomunikasi tentunya harus memilih power supply yang digunakan. Pemilihan ini biasanya berdasarkan terhadap kebutuhan arus.



3. Peralatan Ukur
a.) Multimeter
            Selain digunakan untuk mengukur arus dan tegangan juga dapat digunakan untuk mengetahui sambungan penghantar apakah putus atau tidak. Alat ini juga digunakan untuk mengetahui besarnya nilai tahanan sebuah resistor, menguji diode maupun transistor.


b.) Kapasitsansi meter
            Kapasistor dalam sistem komunikasi biasanya berfungsi sebagai komponen osilator atau sebagai pembangkit frekuensi.



4. Alat Pengukur Frekuensi
a.) Frequency counter
             Frequency counter atau yang lebih dikenal pencacah frekuensi mempunyai fungsi untuk mencacah frekuensi yang dihasilkan oleh suatu osilator atau oleh pembangkit frekuensi (signal generator).


b.) Function waveform generator
             Waveform generator merupakan sebuah instrumen dalam telekomunikasi yang sangat penting untuk membangkitkan gelombang sebagai sinyal pengujan maupun perawatan sistem telekomunikasi.


c.) Analog RF Signal Generator
            Analog RF signal generator merupakan sebuah alat yang dapat membangkitkan sinyal RF analog.


d.) Osiloscope
             Osiloscope merupakan alat ukur yang dapat digunakan melihat bentuk gelombang listrik yang ada pada rangkain yang telah dirancang. Osiloscope dapat digunakan untuk mengukur perioda suatu gelombang. Baik pengukuran tegangan gelombang atau perioda gelombang, yang selalu menjadi acuan adalah besarnya kotak pada layar osiloscope atau biasa disebut sebagai divisi. Oleh karena itu, satuan pengukuran yang dibaca adalah volt/divisi atau time/divisi.


B. Perangkat Penguji TJKT

1. Perangkat Uji
a.) Logic analyser => digunakan untuk memonitor atauun untuk mediagnosis sinyal digital yang lebih dari satu titik dan terus-menerus.


b.) Optical spectrum analyser => adalah suatu instrumen yang diterapkan untuk melakukan pengukuran defraksi sinyal yang dihasilakn dari berbagai komponen optik penguatan, dan lampu LED.


c.) GSM Test => adalah alat yang digunakan untuk melakukan pengujian sinyal radio GSM.


d.) CDMA mobile test => adalah suatu alat yang berfungsi untuk melakukan pengukuran sinyal cdma yang dihasilkan oleh alat komunikasi secara mobile.

2. Penguji Kabel dan Antena
            Sebagaimana namanya, alat ini mampu untuk mengukur berbagai karakteristik yang berkaitan dengan kabel., terutama pada saat dialiri sinyal listrik.



3. LAN Tester
           LAN Tester merupakan suatu alat yang digunakan untuk memeriksa benar tidaknya sambungan kabel. Untuk kabel straight apabila benar maka lampu LED akan berkedip 1 sampai 8 kedipan.



4. Tang Ampere 
          Tang ampere merupakan alat yang digunakan untuk mengukur arus listrik tanpa melakukan pemutusan rangkaian atau kabel yang difungsikan untuk mengukur tegangan listrik dan tahanan listrik.


5. SWR Meter
          Standing wave ratio terkadang tidak menunjukkan harga standing wave ratio yang sebenarnya. Hal ini mengakibatkan rugi-rugi saluran transiumisi.


6. E-Fieldmeter
          E-Fieldmeter type 704 digunakan untuk melakukan pengukuran pada muatan elektrostatis pada suatu obyek dengan hasil pengukuran pada tegangan potensialnya dinyatakan dalam ukuran volt.





     

Senin, 08 Januari 2024

BAB 4 K3LH dan Budaya Kerja Industri

 A. K3LH dan Budaya Kerja Industri

    1. Memahami K3LH

        K3LH merupakan kepanjangan dari Kesehatan, Keselamatan, Kerja dan Lingkungan Hidup. Definisi K3LH yaitu suatu upaya perlindungan agar karyawan atau tenaga  kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekrjaannya di tempat kerja termasuk juga orang lain yang memasuki tempat kerja maupun proses yang dapat secara aman dalam produksinya.

         Dasar hukum yang digunakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang mengatur keselamatan  kerja dalam segala tempat kerja  baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, dan di udara, yang berada di wilayah kekuasaan hukum Negara Republik Indonesia.

    2. Manfaat K3LH

  1. Perusahaan akan menjadi lebih bermutu dan sistematis untuk berkembang lebih cepat.
  2. Pekerja menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman.
  3. Terciptanya hubungan yang lebih harmonis antara para pekerja dan perusahaan tempat mereka bekerja.

    3. Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

  1. Melindungi para pekerja dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi akibat kelalaian pekerja
  2. Mengurangi angka sakit
  3. Mengurangi angka kematian dalam bekerja
  4. Mencegah timbulnya penyakit menular dan penyakit-penyakit lainnya
  5. Memelihara kesehatan para pekerja untuk memperoleh hasil pekerjaan yang optimal
  6. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja
  7. Membina dan meninkatkan kesehatan fisik maupun mental

    4. Ruang Lingkup K3LH

  1. Lingkungan kerja >>> tempat dimana para pekerja melakukan pekerjaan mereka. (suhu, pencahayaan, ventilasi, dan kondisi untuk meminimalkan risiko kecelakaan.)
  2. Metode kerja >>> cara kerja standar yang perlu dilakukan oleh pekerja untuk mencapai tujuan kerja mereka secara efektif dan efisien untuk memastikan kesehatan dan keselamatan yang baik di tempat kerja. (pengetahuan dalam pengoperasian mesin dan peralatan pelindung pribadi yang sesuai standar.)
  3.  Alat dan bahan >>> menghasilkan barang atau jasa dan penentu dalam proses produksi. (kelengkapan dan kondisi alat kerja dan bahan harus dipertimbangkan.)

    5. Budaya Kerja Industri

        Budaya kerja merupakan suatu keberhasilan kerja berdasarkan pada nilai-nilai yang dimiliki dan telah menjadi kebiasaan. Budaya kerja adalah tindakan atau aktivitas dalam menerapkan suatu pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadikan sifat, kebiasaan dan juga pendorong yang telah dibudayakan dalam industri.
        Tujuan budaya kerja industri:
  1. Meningkatkan produktivitas kerja
  2. Meningkatkan gotong royong 
  3. Meningkatkan kebersamaan
  4. Meningkatkan jiwa kekeluargaan
  5. Meningkatkan komunikasi yang lebih baik
  6. Tanggap dengan perkembangan dunia luar
        Bagian dari budaya kerja:
  1. Sikap
  2. Norma subyektif
  3. Sistem K3LH
  4. Tekanan kerja 
  5. Intensi
  6. Perilaku tugas pokok
  7. Perilaku kontrol

B. Menerapkan K3LH dan Budaya Kerja Industri

    1. Penerapan K3LH

  1. Menggunakan alas kaki ketika akan berhubungan dengan kelistrikan dalam kegiatan dalam kegiatan perakitan komputer.
  2. Menggunakan safety belt dalam melakukan instalasi jaringan.
  3. Menggunakan gelang antistatik ketika melakukan perakitan komputer
  4. Menggunakan helm dan pakaian khusus pada saat bekerja di ketinggian atau diluar ruangan.
  5. Menyediakan alat-alat perlindungan keselamatan kerja sesuai dengan dengan pekerjaan.
  6. Alat-alat pemadaman kebakaran yang ditempatkan pada tempat yang mudah terlihat.
  7. Memperhatikan benda-benda yang dapat mudah terbakar sehingga dapat mencegah dari bahaya kebakaran.
  8. Melengkapi alat-alat P3K dan ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau.
  9. Mengetahui pertolongan pertama pada saat tejadinya kecelakaan kerja.
  10. Memiliki penerangan yang cukup di ruang kerja.

    2. Penerapan Budaya Kerja Industri

        Di dalam budaya kerja terdapat 5R yang terdiri dari ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. Dengan menerapkan budaya 5R, maka akan tercapainya rfisiendi, perbaikan, pelayanan, keselamatan, serta keuntungan.
  1. Ringkas, merupakan langkah pertama dalam melaksanakan budaya 5R seperti membuang,memisahkan, menyigkirkan barang yang tidak digunakan ke tempat penyimpanan atau pembuangan sesuai kebutuhan yang akan dipergunakan.
  2. Rapi, merupakan langkah kedua setelah meringkas barang. Pada rapi ini penataan baranng yang berguna agar dapat mudah dicari, dan aman,  serta diberi indikasi. 
  3. Resik, merupakan langkah ketiga setelah rapi. Resik adalah membersihkan lingkungan kerja yang meliputi tempat kerja, ruangan kerja, dan peralatan kerja.
  4. Rawat, merupakan langkah setelah resik. Pada tahap ini merupakan penjagaan lingkungan kerja yang sudah rapi dan dapat ditentukan sesuai standar. 
  5. Rajin, merupakan langkah setelah rawat. Pada tahap ini merupakan tahap yang membentuk kebiasaan yang benar dan dalam keadaan selamat.

C. Bahaya- Bahaya di Tempat Kerja 

    1. Bahaya Kerja dalam Ruangan

  1. Kebakaran >>> akibat dari konsleting karena kesalahan instalasi listrik. 
  2. Hipotermia (Kedinginan) >>> dapat terjadi karena terlalu lama bekerja di ruang server dengan AC pendingin. 
  3. Tempat kerja yang tidak rapi >>> mengakibatkan pekerja yang berjalan di laboratorium atau di ruang server dapat terjatuh, hingga terpeleset.
  4. Radiasi layar komputer >>> dapat menyebabkan kelelahan dalam bekerja.

    2. Bahaya Kerja di Luar Ruangan 

  1. Tidak menggunakan APD >>> akan membayahakan pekerja dan terjatuh dari tempat kerja yang dapat merenggut nyawa.
  2. Phobia ketinggian >>> tidak boleh dipaksakan bekerja dalam ketinggian dikarenakan akan berakibat pingsan.

    3. Bahaya Kerja Komputer dan Jaringan Menurut ISO 45001:2018

  1. Aktivitas rutin dan nonrutin ditempat kerja.
  2. Aktivitas semua pihak yang memasuki tempat kerja termasuk kontraktor, pemasok, pengunjung, dan tamu.
  3. Perilaku manusia, kemampuan, dan faktor manusia lainnya.
  4. Bahaya dari luar lingkungan tempat kerja.

D. Menerapkan Prosedur di Tempat Kerja

  1. Mengatur posisi tubuh bekerja 
  2. Mengatur posisi perangkat dan ruangan tempat bekerja
  3. Istirahat yang cukup
  4. Menggerakkan badan untuk mengurangi ketegangan otot dan pikiran
  5. Mengalihkan pandangan keluar ruangan untuk menyegarkan mata

E. Pencegahan Kecelakaan di Tempat Kerja

  1. Mengajarkan cara menjaga keselamatan diri dan bagaimana cara memakai alat-alat pelindung diri (APD).
  2. Setiap pekerja ketinggian wajib memakai pelindung diri seperti safety belt, helm, dan rompi atau body harnest.
  3. Menyediakan personel khusus yang bertugas mengawasi pekerja proyek agar selalu mengenakan alat pelindung diri.
  4. Memasang rambu pengaman.
  5. Berhenti pada saat hujan karena dapat berisiko tersambar petir.
  6. Memasang railing pengaman pada tepian struktur gedung.
  7. Menghukum pekerja yang tidak menggunakan APD.
  8. Meningkatkan kompetensi dan skill pekerja yang bekerja di ketinggian melalui pelatihan.

Senin, 23 Oktober 2023

Jaringan Komputer, Pengertian, Jenis, Tranmisi, dan Topologi

 •Apa yang di maksud jaringan komputer? 


   Jaringan komputer adalah sebuah jaringan yang dihubungkan secara elektronik antar komputer untuk saling berkomunikasi dengan bertukar data dan berbagi sumber daya satu sama lain. 

   Tujuan dari jaringan komputer adalah agar setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan. 


Jenis jaringan komputer

1. PAN (Personal Area Network)


   Jenis jaringan ini mencakup wilayah yang lebih kecil, misalnya saja pada kantor, dan rumah. Biasanya, banyak digunakan hanya untuk keperluan internet, serta printer. Dan tidak memerlukan resources yang besar untuk menggunakan jaringan PAN. 



2. LAN (Local Area Network) 


   Jaringan LAN berfungsi untuk menghubungkan perangkat jaringan dalam kondisi jangkauan yang relatif kecil. Lan merupakan salah satu tipe jaringan komputer yang umum dijumpai. Contoh penerapan jaringan LAN yaitu sistem jaringan pada sekolah, kantor, maupun rumah. Banyak orang yang cenderung menggunakan konektivitas tertentu, terutama pada token ring dan ethernet. Selain itu, LAN juga menyediakan teknologi jaringan wireless dengan menggunakan WIfi dan lebih dikenal dengan WLAN (Wireless Local Area Network). 



3.CAN (Campus Area Network) 


   Jaringan CAN dapat dibilang memiliki kesamaan dengan MAN, namun lebih terbatas dalam ruang lingkup kampus atau akademisi. Untuk jaringan ini, lebih banyak digunakan untuk keperluan praktek lab, email, pembaruan kelas, dan lain sebagainya. 


4. MAN (Metropolitan Area Network) 


   MAN adalah jaringan yang menghubungkan antara satu perangkat komputer dengan perangkat yang lain dalam ruang lingkup kota pada jaringan yang sama. Jenis jaringan ini lebih besar dari dari jaringan LAN. 


5. WAN (Wide Area Network) 


   WAN merupakan kumpulan dari LAN yang tersebar secara geografis. Jaringan WAN cenderung untuk menggunakan teknologi seperti ATM, X.25, serta Frame Relay untuk konektivitas jarak yang lebih jauh lagi. 


6.Internet 


   Internet adalah jaringan komputer terbesar yang pernah diciptakan oleh manusia. Ruang lingkup dari internet mencakup hampir seluruh penjuru dunia. Siapapun dapat mengakses berbagai sumber informasi dalam berbagai perangkat komputer, seperti PC, smartphone, laptop, tablet, TV, dan lain sebagainya. 


7. VPN (Virtual Private Network) 


   VPN merupakan salah satu solusi untuk menyediakan koneksi internet yang lebih aman. VPN dapat membuat jalur aman untuk kebutuhan transmisi data. Saat ini, banyak sekali platform yang menjual VPN secara gratis, maupun menyediakan akses premium. 


Jaringan Komputer Berdasarkan Jenis Transmisi 


   Berdasarkan bentuk fundamentalnya, jaringan komputer terbagi menjadi dua jenis, yaitu jarak dan transmisinya. Berikut ini terdapat dua jenis klasifikasi jenis computer network berdasarkan transmisinya. 


1. Broadcast 


   Jaringan broadcast merupakan saluran komunikasi tunggal yang digunakan secara bersama – sama oleh beberapa perangkat (device) yang saling terkoneksi ke jaringan yang sama. Paket merupakan pesan berukuran kecil yang dikirim oleh suatu mesin menuju mesin yang lainnya. Field dari alamat berisi keterangan mengenai kepada siapa tujuan paket tersebut akan dikirimkan. Apabila paket tersebut tertuju kepada dirinya maka akan segera diproses. Jika paket terkirim ke mesin yang lain, maka mesin otomatis akan mengabaikannya.



2. Point-to-Point

   

   Jenis yang kedua adalah jaringan point-to-point tersusun atas beberapa koneksi pasangan individu, dari satu perangkat menuju perangkat yang lain. Untuk dapat mengirim sebuah paket ke tujuan alamat, maka perlu untuk melewati beberapa mesin perantara. Sehingga, sering kali akan melewati banyak route yang kemungkinan berbeda jarak. Oleh karena itu, algoritma route sangat memegang peranan penting pada jaringan ini.


Topologi Jaringan Komputer 

1. Bus




   Topologi bus merupakan topologi yang mempunyai kabel tunggal yang masing – masing workstation dan server saling terhubung. Kelebihan dari topologi bus sendiri yaitu ketika melakukan pengembangan jaringan dan workstation baru, akan tetapi tidak mengganggu workstation yang lain. Kekurangan yang dimiliki adalah ketika kabel mengalami kerusakan atau putus, maka akan mengalami gangguan pada keseluruhan jaringan. 


2. Ring (cincin)


   Topologi ring atau cincin merupakan topologi yang terbentuk ketika semua perangkat telah terhubung, sehingga menyerupai cincin atau berpola lingkaran. Jadi, setiap workstation akan menerima informasi dari satu perangkat ke perangkat lain.  Kelebihan dari topologi ring adalah tidak akan terjadi collision atau tabrakan antar data. Sedangkan, kekurangan dari topologi ini adalah jika salah satu node mengalami permasalahan, maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.  


3. Star (bintang) 


   Topologi star atau bintang merupakan topologi yang masing – masing workstation memiliki jalur yang terhubung langsung melalui server atau hub. Kelebihan dari topologi ini, adalah jika salah satu workstation mengalami gangguan, maka tidak semua jaringan akan mengalami hal yang sama. Dikarenakan, setiap workstation memiliki jalur atau kabel sendiri. Kelemahan dari topologi star adalah membutuhkan biaya yang besar, karena membutuhkan sumber daya kabel yang banyak.  


4. Tree (pohon) 



   Topologi tree merupakan gabungan dari topologi star dan bus. Topologi jaringan ini menyerupai bentuk akar pohon, yang dapat dibilang hanya perangkat hub saja yang terhubung langsung menuju bus pohon. Dan setiap hub berfungsi sebagai akar dari pohon. Kelebihan dan kekurangan dari topologi tree sama dengan topologi bus dan star. Namun, dengan menggunakan jaringanb pohon ini (hybrid), mendukung adanya perluasan jaringan yang lebih baik. 


5. Mesh 


   Topologi mesh sering dipakai ketika terdapat suatu kondisi dimana tidak adanya hubungan komunikasi yang terputus secara absolut antar node dalam sebuah jaringan komputer. Antar perangkat akan terhubung secara langsung selama masih dalam jaringan yang sama. Kelebihan dari topologi mesh adalah komunikasi antar komputer yang lebih cepat, serta keamanan yang lebih terjamin.


Macam–macam Perangkat Jaringan Komputer 


   Sekarang, telah banyak dikembangkannya berbagai macam perangkat jaringan komputer untuk membantu dan mengoptimalkan kinerja sistem jaringan. Berikut ini merupakan beberapa macam perangkat yang sering Anda jumpai dan Anda gunakan. 


1. Server 


   Server berfungsi sebagai tempat atau media untuk menyimpan informasi, serta mengelola jaringan komputer. Server memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dari client. Karena tujuan dari dibuatnya server memang untuk melayani komputer client. 


2. NIC (Network Interface Card) 


   NIC dapat disebut juga dengan LAN Card Expansion Board yang digunakan supaya komputer dapat terhubung dengan jaringan. Ethernet terbagi menjadi empat jenis, yaitu ethernet (10 Mbit/detik), fast ethernet (100 Mbit/detik), gigabit ethernet (1000 Mbit/detik), dan tengig (10000 Mbit/detik). 


3. Kabel jaringan 


   Kabel merupakan media untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat yang lain. Terdapat beberapa jenis kabel untuk pembuatan saluran jaringan. Diantaranya adalah kabel coaxial, fiber optic, dan twisted pair. 


4. Hub dan Switch Switch 


   merupakan perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa komputer. Secara fisik, bentuk dari switch sama dengan hub, namun jika dilihat dari sisi logika switch sama dengan bridge. Switch memiliki dua tipe, yaitu unmanaged switch yang merupakan tipe termurah. Dan managed switch yang merupakan tipe termahal.  


5. Router


   Router adalah perangkat jarkom yang berfungsi untuk menghubungkan jaringan LAN ke dalam suatu jaringan WAN, serta mengelola lalu lintas dari data di dalamnya. Router dapat menentukan jalur terbaik, karena memiliki tabel routing untuk melakukan pencatatan terhadap semua alamat dalam jaringan. 


6. Bridge


   Bridge adalah sebuah piranti yang digunakan untuk meneruskan lalu lintas antara segmen jaringan berdasarkan informasi pada sebuah data link. Bridge juga memiliki fungsi untuk membagi jaringan yang besar menjadi beberapa jaringan kecil.


7. Modem


   Modem merupakan perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara perangkat komputer, dengan penyedia layanan internet atau disebut juga dengan Internet Service Provider (ISP). 


8. Repeater 


   Repeater adalah suatu perangkat yang berfungsi untuk memperkuat dan meregenerasi jaringan dan sinyal yang masuk. Repeater berusaha untuk mempertahankan integritas dari sinyal jaringan. Kelemahan dari repeater sendiri adalah tidak dapat melakukan filter traffic dalam jaringan.


 9. Wireless card 


   Wireless card merupakan perangkat yang wajib digunakan apabila anda ingin terhubung dalam jaringan nirkabel. Rata – rata komputer jenis terbaru sudah menggunakan perangkat yang mendukung wireless card. Namun, anda juga bisa menambahkannya sendiri pada komputer anda. 


Manfaat Jaringan Komputer


 Berikut ini merupakan beberapa manfaat jaringan komputer dalam kehidupan sehari – hari. 


1. Untuk berbagi dokumen


   Manfaat yang pertama digunakan sebagai media untuk membagikan dokumen yang anda miliki kepada perangkat komputer lain dengan menggunakan jaringan internet. Anda dapat membagikan dokumen menggunakan kabel data maupun nirkabel. 


2. Untuk menjaga dan memanajemen


   Keamanan data Data akan semakin baik jika disimpan secara lebih terpusat.Selain itu, jaringan juga bermanfaat untuk memudahkan administrator dalam melakukan manajemen data perusahaan yang penting. Dengan memanfaatkan shared server, maka setiap karyawan mampu untuk mencari data secara cepat dan efisien. 


3. Memudahkan dalam berkomunikasi


   Jaringan komputer juga sangat memudahkan untuk melakukan komunikasi antar tim maupun dengan orang lain yang berbeda geografis secara cepat dan akurat. Dengan berkomunikasi secara tepat, maka dapat membantu dalam mengatasi setiap permasalahan yang mungkin terjadi dalam perusahaan. 


4. Menyampaikan informasi secara cepat 


   Dengan bantuan jarkom, proses penyampaian informasi menjadi lebih cepat tanpa batasan waktu dan tempat. Anda dapat membaca setiap informasi dari berbagai penjuru dunia.  


5. Membantu aktivitas manusia 


   Dan manfaat jaringan komputer terakhir adalah membantu setiap kegiatan manusia agar lebih efektif dan efisien. Dengan adanya jaringan yang baik maka setiap aktivitas baik di dalam kantor maupun di luar kantor dapat terhubung dengan baik.


Dampak Negatif


1. Biaya Network Untuk dapat menggunakan jaringan dengan baik, maka anda juga perlu untuk mempersiapkan setiap kebutuhannya, mulai dari software, hardware, serta investasi perencanaan network design -nya. 


2. Biaya Manajemen dan Maintenance Untuk pengelolaan manajemen dan perawatan jaringan juga perlu diperhatikan secara berkala oleh tim IT profesional. Sehingga, menurunkan kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti kerusakan pada perangkat lunak maupun keras. 


3. Aktivitas Sharing yang tidak Diinginkan Dampak negatif yang ketiga, dengan adanya lalu lintas jaringan yang tidak terkontrol dengan baik, maka memperbesar risiko dokumen (file) yang di –sharing terinfeksi virus atau spam pada komputer. 


4. Ancaman Keamanan Jaringan (Network Security) Dengan kemudahan proses komunikasi yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun secara real – time, tentu saja juga meningkatkan risiko munculnya masalah yang lain. Misalnya, penyebaran konten ilegal, pencurian data, hingga masalah keamanan informasi yang lainnya.



Senin, 04 September 2023

Format Dasar MS WORD

 FORMAT DASAR MS WORD

1. Format Kertas (Ukuran & Margins)
   a. Klik PAGE LAYOUT > Size > More paper size > Custom size > Tulis ukuran yang diinginkan > OK
   b. Klik PAGE LAYOUT >  Margins > Custom margins > Tulis sesuai keinginan

2. Format Spasi Paragraf
   Klik Home > Line and Paragraph Spacing > Pilih ukuran 

3. Cara menyimpan
    Klik FILE > Save As > Browse >  Tulis nama file > Pilih folder yang diinginkan > Save

4. Cara Print
    Klik FILE > Print > Pilih printer yang ready > Pilih jumlah yang akan di print dan halaman yang akan di print
 

Senin, 28 Agustus 2023

E. Tahapan Proses Bisnis dan Contohnya di Bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

 Melakukan proses bisnis, tentu tidak boleh asal jadi, untuk itu diperlukan tahapan-tahapan yang jelas mulai dari input sampai outputnya, sehingga pelanggan merasa piuas dengan yang dihasilkan dari proses tersebut. 


1. Tahapan Proses Bisnis

    Berikut adalah tahapan proses bisnis.

    a. Analisis kebutuhan pelanggan

        Pada tahap ini, pihak manajemen perusahaan bersama pemilik perusahaan melakukan diskusi dan analisis tentang kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh perusahaan, misalnya usaha dibidang industri, perdagangan atau jasa. Hal ini dilakukan agar manajemen mengetahui serta menentukan proses bisnis yang akan digunakan oleh perusahaan.

   b. Penentuan proses bisnis

       Pada tahap ini, manajemen akan membuat atau menentukan bentuk proses bisnis dari usaha yang telah dipilih oleh perusahaan tersebut, mulai dari proses, bisnis tentang jenis biaya-biaya yang dikeluarkan sampai dengan proses bisnis memperoleh pendapatan atau penghasilan.

   c. Pelaksanaan proses bisnis

       Setelah penentuan dibuat, yang paling utama adalah pelaksanaan dari proses bisnis itu sendiri. Sangat penting bagi setiap bagian atu divisi dan karyawan perusahaan untuk menjalankan dengan benar seluruh proses bisnis yang telah dibuat oleh pihak manajemen perusahaan. 

   d. Evaluasi proses bisnis

       Agar proses bisnis dapat diketahui telah berjalan dengan baik atau tidak, maka diperlukan evaluasi dari seluruh bagian yang terlibat dalam proses bisnis. Hal ini dilakukan  agar diperoleh hasil yang optimal. Suatu evaluasi dapat dilakukan setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan, atau setiap tahun tergantung kebijakan manajemen perusahaan. Akan tetapi suatu evaluasi akan lebih efektif apabila dilakukan setiap bulan.  Dengan seringnya melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proses bisnis, maka akan diperoleh suatu proses bisnis yang paling memberikan manfaat bagi perusahaan.


2. Contoh Proses Bisnis

    Contoh proses bisnis di bidang Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi saat ini cukup banyak. Diantaranya adalah sebagai berikut.

a. Proses bisnis di bidang Teknologi Informasi (TI) dengan membuat aplikasi mobile

    1) Perusahaan atau instansi melakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang dibutuhkan atau apa yang diinginkan pasar saat ini.

    2) Perusahaan mulai mencari bahan-bahan pendukung yang berguna untuk memenuhi keinginan pasar.

    3) Setelah memiliki bahan atau tools yang memumpuni, berikutnya memulai untuk mengembangkan aplikasi mobile sesuai market yang sudah ditentukan. 

    4) Melakukan user research untuk mengetahui respon dari masyarakat. 

    5) Jika terdapat masukan, lakukan modifikasi atau revisi pada aplikasi yang dibuat.

    6) Meluncurkan Aplikasi mobile pada Market Playstore atau App Store.

b. Proses bisnis di bidang  Teknologi Informasi (TI) dengan membuat desaign grafis

    1) Ketahui desaign yang diinginkan oleh market/masyarakat/klien.

    2) Bertemu dengan klien untuk membahas mengenai desaign yang akan dibuat.

    3) Mengumpulkan bahan-bahan yang digunakan untuk mendukung desaign yang akan dibuat. Jika memungkinkan, setiap desaign yang dibuat dapat memberikan makna masing masing. 

    4) Memungkinkan untuk meminta DP, misal 5% dari kesepakatan harga.

    5) Melakukan meeting dengan klien mengenai hasil yang sudah dikerjakan. 

    6) Menyerahkan desaign pada klien dan mendapatkan laba.


D. Jenis Proses Bisnis

 Adapun jenis-jenis proses bisnis dibagi menjadi tiga sebagai berikut.


1. Proses Operasional 

    Proses operasional merupakan proses inti/dasar/primer dalam setiap usaha yang menciptakan nilai aliran utama. Mulai dari pembuatan produk, pengemasan, pemasaran dan layanan pada pelanggan, merupakan tugas utama pada proses ini. Setiap langkah yang dilakukan memberikan nilai tambah pada penawaran akhir.


2. Proses Manajemen 

    Proses manajemen merupakan proses manajemen mengatur operasi, tata kelola perusahaan dan manajemen strategis. Proses ini menetapkan tujuan dan standar yang mengarah pada kerja proses primer dan pendukung yang efisien dan efektif. Selain perencanaan, proses ini juga melibatkan pemantauan dan pengendalian proses bisnis lainnya. Proses manajemen digunakan untuk mengelola bisnis melalui perencanaan strategis, perencanaan taktis dan operasional. Contohnya yaitu manager pemasaran, yang membuat standart, aturan dalam pemasaran.


3. Proses Dukungan 

    Proses dukungan merupakan proses yang tidak  menambahkan nilai ke produk akhir secara langsung tetapi membuat lingkungan untuk proses inti agar beroperasi secara efisisen dan efektif. Proses ini mendukung operasi sehari-hari. Dengan kata lain, proses ini adalah untuk memastikan bisnis akan terus berjaln. Contohnya yaitu customer service (CS) yang bertugas melayani pelanggan, misal, misal melayani kel;uhan pelanmggan, menjelaskan produk yang dijual dan lain sebagainya.

C. Analisis Proses Bisnis

      Setelah proses bisnis didefinisikan secara detail,tahapan selanjutnya adalah melakukan analisis proses bisnis. Analisis proses bisnis dilakukan agar proses bisnis yang telah disiapkan  dapat digabungkan menjadi satu kesatuan utuh (diintegrasikan)yang saling mendukung, selain itu akan menghasilkan suatu standarisasi bisnis. Analisi proses bisnis meliputi sebagai berikut.

1. Integrasi Proses Bisnis 

         Integrasi proses bisnis merupakan cara untuk melakukan efisisensi perusahaan melalui penerjemahan visi kedalam bentuk strategi dan action yang terintegrasi. Alasan mengapa dilakukan integrasi proses bisnis adalah untuk efisiensi, persaingan bisnis, dan perkembangan teknologi. Tahapan proses integrasi bisnis diuraikan sebagai berikut.

     a. Tahap perencanaan, menentukan arah tujuan perusahaan. 

     b. Tahap perancangan, penerjemahan langkah strategis.

     c. Tahap penerapan, memastikan bahwa proses bisnis dijalankan sesuai dengan strategi yang dibuat.

         Contoh integrasi proses bisnis ysng saat ini sedang berkembang adalah electronic banking (e-banking), mobilr banking (m-banking, ppdb online, e-government, e-commers,e-ticket dan masih banyak lagi.


2. Standarisasi Proses Bisnis 

          Salah satu alasan proses bisnis perlu dianalisis adalah,untuk menentukan sejauh mana proses bisnis dilakukan sesuai dengan prosediur yang telah ditetapkan. Standarisasi biasanya diperlukan untuk melalukan perbaikan sistem dan atau untuk pengembangan sistem yang telah ada menjadi lebih baik. Contoh standarisasi proses bisnis adalah,sebuah sekolah yang ingin meningkat menjadi Sekolah Pusat Keunggulan yang tentu harus berstandar industri.


3. Analisis Proses Bisnis Berbasis Teknologi Informasi

         Analisis proses bisnis berbasis teknologi informasi dikembangkan apabila proses bisnis memerlukan teknologi yang baru. Contohnya adalah profil sekolah yang awalnya manual, dibuat berbasis web atau yang biasa disebut dengan digitalisasi sekolah. Digitalisasi sekolah merupakan salah satu rencana strategis (renstra) pemerintah melalui Kementrian Kominfo.


4. Riset Bisnis

         Riset bisnis diperlukan untuk pengembangan dari proses  bisnis yang sudah ada untuk lebih meningkatkan pelayanan sehingga lebih baik dari sebelumnya. Contohnya adalah perusahaan Microsoft yang meluncurkan OS versi Windows 8 menjadi OS versi Windows 10 dengan menyajikan fitur-fitur yang lebih baik dibandingkan versi sebelumnya. 

Rabu, 09 Agustus 2023

Jenis Jenis Komponen Jaringan

1. Komputer Server

 

Komputer server merupakan komputer pusat yang mengatur semua jaringan komputer lainnya. Pada komputer ini, semua data yang dimiliki akan tersimpan. Beberapa ciri yang dimiliki komputer server adalah:

Menyimpan seluruh data informasi dalam jaringan

•Memiliki spesifikasi komputer khusus

•Mampu untuk bekerja selama 24 jam penuh

•Memiliki hardwareyang khusus dan mendukung kerja dengan baik

2. Komputer Klien

Komputer klien adalah komputer pengguna yang menggunakan jaringan. Dalam satu jaringan, umumnya terdapat beberapa komputer klien. Komputer klien perlu melalui beberapa tahapan penghubungan dengan komputer server sebelum akhirnya mampu melakukan jaringan internet.

3. Kabel


Pemilihan jenis kabel akan mempengaruhi kerja dan koneksi pemindahan data dari satu perangkat ke lainnya. Beberapa pilihan kabel yang dapat anda gunakan adalah :


•Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

•Kabel Coaxial

•Kabel Fiber Optic

4. Switch


Switch merupakan sebuah perangkat keras jaringan yang mampu memecah jaringan dari satu server ke beberapa komputer klien lokal. Ada beberapa port yang terdapat pada switch dan umumnya berkelipatan 4, 8, 16, 32, dan seterusnya. Semakin banyak jumlah port, maka semakin mahal harga switch tersebut.

Beberapa fungsi switch adalah :

•Menerima sinyal dari komputer server dan mentransmisikan ke komputer klien
•Menerima sinyal dari komputer klien dan mentransmisikan ke komputer server
•Memperkuat sinyal sehingga kecepatan yang diterima masih sama

5. Konektor


Konektor adalah perangkat keras penyambung kabel sehingga dapat terhubung dengan perangkat lainnya. Beberapa jenis konektor yang masih digunakan dalam perangkat jaringan adalah :

•Konektor RJ-45, untuk kabel UTP

•Konektor BNC/T, untuk kabel coaxial

•Konektor ST, untuk kabel fiber optic

6. Bridge

Bridge merupakan jembatan jaringan yang dapat menggabungkan jaringan lokal ke dalam jaringan lokal lainnya. Kondisi ini dapat membuat beberapa jaringan topologi berbeda dapat dijembatani oleh bridge. Selain sebagai jembatan, bridge juga dapat berfungsi sebagai pemecah jaringna lokal menjadi beberapa jaringan lokal kecil.

7. Hub



Hub merupakan sebuah perangkat keras jaringan yang berfungsi untuk membagi jaringan dalam satu server yang sama. Kemampuan hub mirip dengan switch, namun ada beberapa perbedaan antara kedua perangkat ini, yaitu:


•Hub hanya mampu membagi jaringan tanpa mengatur atau membatasi paket data yang terkirim, sedangkan switch mampu melakukannya.
•Hub memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan switch

8. Access Point


Access point merupakan sebuah perangkat yang berfungsi untuk mentransmisikan sinyal wireless dari router sehingga sinyal tersebut dapat diterima dengan lebih baik. Perangkat ini sangat dibutuhkan pada area komputer klien dengan kualitas koneksi jaringan yang kurang baik. Selain itu, penggunaan access point dapat diberikan password kepada setiap penggunanya sehingga keamanan jaringan dapat lebih terjaga.

9. Modem

Modem, atau modulator demodulator, merupakan perangkat jaringan yang dapat mengubah sinyal analog menjadi digital ataupun sebaliknya. Ada banyak bentuk modem yang terjual dipasaran, namun modem modern saat ini sudah berbentuk USB sehingga tidak menggunakan koneksi dial-up.

10. Router
Router merupakan sebuah perangkat keras jaringan yang mampu membagi jaringan internet dengan protokol TCP/IP pada komputer klien. Setiap komputer klien akan mendapatkan IP yang berbeda-beda sesuai dengan pembagian router.

Walaupun memiliki fungsi yang hampir mirip dengan access point, router memiliki fitur dan penggunaan yang lebih lengkap. Salah satu keunggulan router adalah dapat mengatur paket data yang dibagian pada setiap perangkat yang terhubung.

11. Repeater



Repeater merupakan perangkat keras jaringan yang mampu memperkuat sinyal jaringan. Repeater mampu menguatkan sinyal yang berlokasi cukup jauh sehingga jangkauan sinyal akan lebih luas. Repeater cocok digunakan pada jaringan yang mengalami masalah sinyal akibat tembok, pepohonan, bangunan, dan sebagainya.

12. Network Card
Network card adalah kartu jaringan dalam komputer untuk menerima koneksi internet. Network card ini dapat menghubungkan sebuah komputer dengan sebuah jaringan internet.
















Selasa, 08 Agustus 2023

B. Mengenal Proses Bisnis TJKT

 Pengertian Proses Bisnis TJKT

Proses bisnis adalah serangkaian aktivitas yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi, seperti pelanggan dan pasar, dengan ciri-ciri mempunyai tujuan, memiliki input spesifik;

Memiliki output, menggunakan sumber daya, melakukan beberapa aktivitas secara berurutan, dapat mempengaruhi lebih dari satu unit organisasi, menciptakan nilai bagi konsumen.

Definisi di atas menekankan pentingnya bagaimana suatu produk dihasilkan dalam suatu organisasi sebagai lawan dari fokus yang menekankan pada pelepasan suatu produk.

Teknologi informasi menyediakan alat dan peluang untuk menanggapi tekanan yang datang dari luar operator yang sama.

Perusahaan berada di bawah tekanan untuk memproduksi lebih banyak dengan cara modern.

Komputer sendiri terdiri dari beberapa bagian yang berbeda, contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Perangkat keras merupakan barang penting yang digunakan untuk memasukkan semua jenis data dan mengaturnya menjadi informasi. Semua ini dapat dilakukan dengan perangkat input dan perangkat output. 
  2. Perangkat lunak adalah program yang mengontrol pengoperasian perangkat keras komputer untuk mengubah data menjadi informasi. Komponen teknologi informasi 

Proses Bisnis TJKT

Perancangan jaringan komputer dan proses bisnis telekomunikasi mencakup berbagai aktivitas yang mendukung pengembangan, pemasangan, dan pemeliharaan jaringan telekomunikasi dan sistem telekomunikasi.

Berikut adalah beberapa bahan proses komersial yang umum digunakan dalam industri ini:

1. Analisis Kebutuhan

Proses ini melibatkan pengumpulan dan analisis informasi untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan memahami tujuan dari jaringan komunikasi atau sistem telekomunikasi yang akan dibangun. I

ni termasuk analisis perangkat keras, perangkat lunak, dan keamanan yang diperlukan.

2. Desain jaringan

Proses ini meliputi desain jaringan dan sistem telekomunikasi serta definisi spesifikasi dan fungsi yang dibutuhkan.

Ini termasuk merencanakan kapasitas jaringan, memilih teknologi yang tepat dan memastikan keamanan jaringan.

3. Implementasi

Proses implementasi melibatkan pemasangan dan konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak dalam jaringan dan sistem telekomunikasi.

Ini termasuk pemasangan server, router, sakelar, dan peralatan jaringan lainnya. 

4. Pemantauan dan Pemeliharaan

Setelah implementasi jaringan dan sistem telekomunikasi, proses pemantauan dan pemeliharaan dilakukan untuk memastikan jaringan berfungsi optimal dan terus memperbaruinya jika diperlukan.

Ini termasuk memantau jaringan, memelihara perangkat keras dan perangkat lunak, dan memecahkan masalah yang muncul.

5. Pengembangan dan Peningkatan

Setelah jaringan dan sistem telekomunikasi beroperasi, proses pengembangan dan penyempurnaan terus dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan dan memperbarui teknologi yang digunakan.

Ini termasuk perbaikan dan peningkatan perangkat keras dan perangkat lunak, mengganti peralatan usang, dan menerapkan teknologi baru yang dapat meningkatkan kinerja jaringan.

6. Manajemen dan Administrasi

Pengelolaan dan pengendalian jaringan dan sistem telekomunikasi juga merupakan proses bisnis yang penting dalam industri ini. Ini termasuk manajemen pengguna, hak akses, manajemen keamanan dan hak akses.

Dalam bidang jaringan komputer dan teknologi telekomunikasi, proses bisnis ini sangat penting untuk menjamin kelancaran dan efisiensi penyelenggaraan jaringan dan sistem telekomunikasi.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, organisasi dapat membangun dan memelihara jaringan dan sistem komunikasi yang andal dan efektif. 

Manfaat Proses Bisnis TJKT

1. Menyederhanakan Komunikasi

Salah satu alasan bisnis di bidang jaringan komputer dan telekomunikasi adalah untuk memudahkan komunikasi.

Sperti email sebagai sarana komunikasi utama antar individu. Email adalah salah satu pencipta Internet

2. Ketersediaan Informasi 

Dengan internet kita hanya perlu sekali klik dan semua informasi ada di depan mata kita.

Semakin banyak ilmu bisnis yang kita peroleh, semakin maju pula perusahaan yang kita jalankan. Selain itu, dapat dengan mudah menemukan informasi tentang pesaing.

3. Manajemen Data

Sebagian besar bisnis saat ini menyimpan dokumen versi digital di server dan perangkat penyimpanan.

Dokumen-dokumen ini segera tersedia untuk semua orang di organisasi, terlepas dari lokasi geografisnya.

4. Sistem Manajemen Informasi

Sistem informasi manajemen (SIM) memungkinkan perusahaan melacak data penjualan, biaya, dan tingkat produktivitas.

Informasi ini dapat digunakan untuk melacak profitabilitas dari waktu ke waktu, memaksimalkan laba atas investasi, dan mengidentifikasi area untuk perbaikan.

5. Manajemen Hubungan Pelanggan

Bisnis menggunakan TI untuk meningkatkan cara mereka merencanakan dan mengelola hubungan pelanggan.

Hal ini memberikan keuntungan bagi perusahaan untuk lebih meningkatkan produktivitasnya. 

Contoh Proses Bisnis di Bidang TJKT

1. Contoh Proses Bisnis TI (Pengembangan Web).

  • Pertama, sebuah perusahaan atau instansi melakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang saat ini dibutuhkan atau apa yang diinginkan pasar.
  • Setelah penelitian yang sebenarnya dilakukan, perusahaan mulai mencari bahan pendukung yang berguna untuk memenuhi keinginan pasar.
  • Setelah Anda memperoleh bahan atau alat yang sesuai, mulailah mengembangkan situs web penjualan.
  • Jangan lupa lakukan riset pengguna untuk mengetahui reaksi audiens.
  • Ketika ada masukan, lakukan perubahan atau revisi halaman penjualan. Mulailah dengan membuka halaman penjualan.

2. Contoh Proses Bisnis TI (Desain Grafis)

  • Kita perlu mengetahui desain apa yang diinginkan pasar/masyarakat/pelanggan.
  • Bertemu dengan klien untuk mendiskusikan desain yang diusulkan.
  • Kemudian kami mengimplementasikan atau mengumpulkan bahan-bahan yang akan mendukung desain yang akan dihasilkan.
  • Setelah itu, setiap model yang dibuat dapat diberi makna tersendiri jika memungkinkan. Dimungkinkan untuk meminta persentase DP tertentu.
  • Mengadakan pertemuan dengan klien tentang hasil yang dicapai.
  • Jual desain dan untung.

3. Contoh Proses Bisnis IT (Aplikasi Mobile)

  • Pertama, sebuah perusahaan atau instansi melakukan riset pasar untuk mengetahui apa yang saat ini dibutuhkan atau apa yang diinginkan pasar.
  • Setelah penelitian yang sebenarnya dilakukan, perusahaan mulai mencari bahan pendukung yang berguna untuk memenuhi keinginan pasar. Setelah mendapatkan bahan atau alat yang sesuai, mulailah mengembangkan aplikasi seluler sesuai dengan pasar yang diberikan.
  • Jangan lupa lakukan riset pengguna untuk mengetahui reaksi audiens.
  • Ketika ada masukan, lakukan perubahan atau revisi halaman penjualan.
  • Memulai: Luncurkan aplikasi seluler.
  • Pasarkan di Playstore atau App Store.